BREAKING NEWS

GUDANG OPLOSAN BBM DI BELAKANG YAKULT JALAN TERUS! SUDAH AKTIF LAGI 10 HARI, APA KABAR POLRES BUNGO?

Bangunan yang diduga menjadi lokasi pengoplosan dan penyaluran BBM ilegal di Muaro Bungo, yang kembali beroperasi sejak 10 hari lalu.Foto:(SIGINJAIONE.COM)

 SIGINJAIONE, Muaro Bungo — Dugaan praktik gelap pengoplosan dan penyaluran BBM ilegal yang sempat terkuak ke permukaan di Muaro Bungo ternyata tidak pernah benar-benar mati. Berdasarkan informasi yang diterima tim redaksi melalui percakapan telepon dengan warga sekitar lokasi, gudang yang berada sekitar 30 meter di belakang kawasan gudang Yakult itu mulai aktif kembali dan beroperasi secara rutin sejak sekitar 10 hari yang lalu.

 

Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan identitasnya demi keamanan, aktivitas di lokasi itu terlihat semakin sibuk. “Mereka datang lagi, kendaraan pengangkut bolak-balik masuk dan keluar. Sudah jalan terus sekitar 10 hari ini, tidak ada yang mengganggu,” ujarnya lewat sambungan telepon.

 

Gudang yang diduga dimiliki oleh seseorang berinisial ANT itu kembali menerima pasokan BBM dalam jumlah besar, baik yang diborong dari sejumlah SPBU di wilayah Bungo maupun yang didatangkan secara diam-diam dari luar daerah. Di dalam lokasi tertutup tersebut, minyak diduga dicampur dan diolah tanpa standar teknis apapun, sebelum kemudian disalurkan secara rahasia ke kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Senamat dan Batu Kerbau — wilayah yang selama ini dikenal sebagai sarang aktivitas ilegal yang kebal penindakan.

 

Yang paling mencurigakan dan memicu kemarahan warga: aktivitas ini berjalan lancar, tenang, dan tanpa gangguan sedikitpun. Bahkan dalam keterangannya, warga menyebut beredar informasi bahwa masih ada oknum berinisial BD yang diduga menjadi “payung pengaman” sekaligus koordinator, memastikan tidak ada razia atau pemeriksaan yang mengganggu jalannya bisnis gelap tersebut.

 

Fakta ini makin mempertegas pertanyaan besar di tengah masyarakat: Kalau sudah diketahui umum, kenapa masih dibiarkan berjalan? Bahkan setelah kasus ini sempat mencuat ke publik, lokasi itu justru kembali beroperasi hanya berselang beberapa hari saja. Apakah tindakan aparat sebelumnya hanya sekadar “pemanis laporan” semata? Atau memang ada tangan-tangan kuat yang sengaja melindungi kejahatan ini?

 

Praktik ini jelas melanggar banyak aturan berat: penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah setiap bulannya, penimbunan tanpa izin, pencampuran yang berbahaya bagi mesin dan lingkungan, hingga penyaluran pasokan ke kegiatan pertambangan yang dilarang tegas undang-undang.

 

Hingga berita ini diturunkan, Polres Bungo dan instansi terkait belum memberikan tanggapan apapun. Sikap diam dan ketidakseriusan ini justru makin memperkuat dugaan bahwa ada ketidakberesan dalam pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.

 

Publik menuntut: Jangan hanya diam dan menunggu. Segera turunkan tim, buka akses lokasi, sita barang bukti, periksa semua pihak yang terlibat — termasuk siapa saja yang diduga memberikan perlindungan. Jangan biarkan hukum terasa tumpul hanya untuk orang-orang berkuasa dan berduit.(SN)

update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image