BREAKING NEWS

RUANG IKLAN TERSEDIA

Pasang promosi Anda di posisi strategis siginjaione.com. Terlihat jelas, jangkauan luas, harga bersahabat.

📲 WA: 0831-8620-5199   |   📧 Email: redaksisiginjaione@gmail.com

Polri Gelar Operasi Patuh 2026: Kedepankan Kesadaran Kolektif dan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan Polri dan seluruh elemen masyarakat.Foto:(doc.Med Hub Humas Mabes Polri).

SIGINJAI ONE, JAKARTA —
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh 2026 menitikberatkan pada peningkatan kesadaran serta kepatuhan masyarakat. Fokus utamanya adalah membangun lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan, dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif di jalan raya.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut sinergi erat antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.

"Operasi Patuh 2026 merupakan upaya membangun kesadaran bersama agar setiap pengguna jalan memahami pentingnya mematuhi aturan. Kepatuhan bukan hanya untuk memenuhi ketentuan hukum, tetapi wujud tanggung jawab melindungi diri sendiri dan sesama," ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Prioritas Penindakan dan Pendekatan Humanis
Polri mencatat sejumlah pelanggaran berisiko tinggi yang menjadi atensi selama operasi berlangsung, di antaranya:
  • Melawan arus lalu lintas.
  • Tidak menggunakan helm standar.
  •  Menerobos lampu merah.
  • Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
  • Melanggar batas kecepatan maksimal.
Dalam pelaksanaannya, jajaran kepolisian mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis agar masyarakat memahami esensi dari aturan lalu lintas. Kendati demikian, penegakan hukum tetap dijalankan secara selektif, profesional, dan proporsional terhadap pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan fatal.

Indikator Keberhasilan: Perubahan Perilaku
Trunoyudo menegaskan, tolok ukur keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak diukur semata-mata dari jumlah penindakan hukum, melainkan dari pergeseran perilaku masyarakat ke arah yang lebih tertib dan disiplin.

"Yang ingin kami wujudkan adalah budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran mandiri masyarakat. Ketika aturan dipahami sebagai instrumen pelindung keselamatan bersama, kepatuhan akan menjadi kebiasaan sehari-hari," jelasnya.

Melalui operasi ini, Polri mengajak publik untuk bersama-sama menciptakan ruang jalan raya yang aman, nyaman, dan beradab. Sinergi antara kepolisian yang konsisten mengedukasi dan menindak, serta masyarakat yang taat hukum, menjadi kunci utama tercapainya kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas).(Red)
Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image