BREAKING NEWS

RUANG IKLAN TERSEDIA

Pasang promosi Anda di posisi strategis siginjaione.com. Terlihat jelas, jangkauan luas, harga bersahabat.

📲 WA: 0831-8620-5199   |   📧 Email: redaksisiginjaione@gmail.com

Perkuat Pencegahan Narkoba, Baintelkam Polri dan UNAS Dorong Transformasi SKCK Terintegrasi

GELAR FGD SKCK TERINTEGRASI: Perwakilan Baintelkam Polri Kombes Pol. Aris Sulistyono bersama Dekan FISIP UNAS Dr. Aos Yuli Firdaus dan jajaran narasumber saat memaparkan transformasi SKCK terintegrasi berbasis risiko dalam upaya pencegahan narkotika di Cyber Library UNAS, Jakarta. (Foto: Dok. Humas Polri)

SIGINJAI ONE, JAKARTA — Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri berkolaborasi dengan Universitas Nasional (UNAS) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong transformasi layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) berbasis risiko. Inovasi ini ditujukan untuk memperkuat sistem pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan tindak pidana narkotika di masyarakat, khususnya generasi muda.

Gagasan strategis tersebut digodok dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pencegahan Tindak Pidana Narkotika Melalui Transformasi SKCK Terintegrasi Berbasis Risiko" yang digelar di Ruang Cyber Library FISIP UNAS, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Melalui terobosan ini, sistem penerbitan SKCK ke depan tidak lagi semata-mata bergantung pada catatan internal kepolisian, melainkan mengintegrasikan basis data lintas lembaga secara aman. Sistem ini direncanakan terhubung langsung dengan BNN, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), PPATK, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

​Perwakilan Baintelkam Polri, Kombes Pol. Aris Sulistyono, menegaskan bahwa pengembangan sistem ini merupakan langkah transformatif Polri dalam merespons ancaman kejahatan narkotika.

​"Transformasi SKCK terintegrasi berbasis risiko diarahkan agar memanfaatkan data lintas instansi. Langkah ini didukung penguatan regulasi, penyusunan SOP, pertukaran data yang aman melalui sistem API Service, serta peningkatan kapasitas SDM agar teknologi benar-benar memberikan manfaat nyata," ujar Kombes Pol. Aris.

​Dalam kesempatan yang sama, Dekan FISIP UNAS, Dr. Aos Yuli Firdaus, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membendung peredaran narkoba melalui deteksi dini dan edukasi berkelanjutan.

​"Kampus memiliki tanggung jawab besar melindungi mahasiswa dari jeratan narkoba. Sinergi antara Polri, BNN, perguruan tinggi, dan masyarakat adalah kunci utama menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkotika," tegas Aos.

​Penguatan pencegahan ini turut didukung oleh perwakilan BNNK Jakarta Selatan Adolf Hitler Efroza dan Ketua Satgas Anti Narkoba UNAS Dr. dr. Andi Yulia Reviana. Melalui integrasi data ini, pemetaan potensi risiko dan tindakan preventif diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan akurat.(Red)

Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image