Perkuat Pencegahan Narkoba, Baintelkam Polri dan UNAS Dorong Transformasi SKCK Terintegrasi
![]() |
|
Gagasan strategis tersebut digodok dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pencegahan Tindak Pidana Narkotika Melalui Transformasi SKCK Terintegrasi Berbasis Risiko" yang digelar di Ruang Cyber Library FISIP UNAS, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Perwakilan Baintelkam Polri, Kombes Pol. Aris Sulistyono, menegaskan bahwa pengembangan sistem ini merupakan langkah transformatif Polri dalam merespons ancaman kejahatan narkotika.
"Transformasi SKCK terintegrasi berbasis risiko diarahkan agar memanfaatkan data lintas instansi. Langkah ini didukung penguatan regulasi, penyusunan SOP, pertukaran data yang aman melalui sistem API Service, serta peningkatan kapasitas SDM agar teknologi benar-benar memberikan manfaat nyata," ujar Kombes Pol. Aris.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FISIP UNAS, Dr. Aos Yuli Firdaus, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membendung peredaran narkoba melalui deteksi dini dan edukasi berkelanjutan.
"Kampus memiliki tanggung jawab besar melindungi mahasiswa dari jeratan narkoba. Sinergi antara Polri, BNN, perguruan tinggi, dan masyarakat adalah kunci utama menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkotika," tegas Aos.
Penguatan pencegahan ini turut didukung oleh perwakilan BNNK Jakarta Selatan Adolf Hitler Efroza dan Ketua Satgas Anti Narkoba UNAS Dr. dr. Andi Yulia Reviana. Melalui integrasi data ini, pemetaan potensi risiko dan tindakan preventif diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan akurat.(Red)
