Klarifikasi KSOP Tungkal Justru Konfirmasi Adanya Interaksi Lapangan, Redaksi Pegang Jejak Transfer ke Rekening Pribadi
0 menit baca
![]() |
| Foto: (ilustrasi hasil dari Ai). |
KUALA TUNGKAL, SIGINJAI ONE – Tanggapan balik dari Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kuala Tungkal terkait pemberitaan dugaan pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan prosedur pelayanan justru memicu fakta baru.
Dalam argumentasi balasan yang disampaikan ke meja redaksi, pihak KSOP tidak menampik bahwa proses pemeriksaan fisik kelaiklautan kapal oleh petugas Marine Inspector (MI) tetap dilakukan secara langsung di lapangan/dermaga.
Pengakuan ini seolah menjadi pembenar atas analisis awal Tim Investigasi siginjaione.com: bahwa meski pendaftaran dan pembayaran PNBP menggunakan sistem online, mata rantai pelayanan pelabuhan tidak sepenuhnya steril dari interaksi fisik tatap muka—titik di mana celah 'transaksi informal' kerap terjadi.
Sistem Digital vs Realitas 'Rekening Kunci'
Pihak KSOP berdalih bahwa pengusahaan pelayaran dan agen tidak pernah melakukan transaksi di luar PNBP resmi yang dikirimkan melalui email. Namun, alibi formalis tersebut berbenturan keras dengan temuan digital yang dikantongi redaksi.
Tim Investigasi siginjaione.com saat ini telah mengamankan barang bukti berupa tangkapan layar ( screenshot ) percakapan instruksi dari oknum, serta rekam jejak transaksi perbankan (transfer) berulang dari agen pelayaran ke rekening perorangan/pihak ketiga berinisial tertentu. Rekening ini diduga kuat difungsikan sebagai 'pintu samping' penampungan dana di luar tarif PNBP negara.
“Jika pelayanan murni digital dan pembayaran PNBP langsung masuk ke kas negara via billing e-mail, lantas atas dasar prosedur aturan mana terjadi transaksi finansial rutin dari pengguna jasa ke rekening pribadi berinisial tersebut?” tegas Redaksi siginjaione.com.Logika "Relasi Kuasa" dan Ketakutan Pengguna Jasa
Menanggapi pernyataan KSOP yang mengklaim tidak ada pengguna jasa yang melapor, redaksi menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap realitas relasi kuasa di pelabuhan. Pengusaha pelayaran dan agen kapal berada pada posisi bargaining yang sangat lemah.
Kekhawatiran akan izin persetujuan layar (SPB) dipersulit, dokumen diarsip-merahkan, atau izin kapal digantung membuat para pelaku usaha tidak memiliki pilihan selain mengikuti 'aturan main' oknum di lapangan.
Menyambut Konfrontasi Data dan Uji Bukti APH
Pihak KSOP menyatakan bersedia membuka ruang konfrontasi data secara terbuka dan berencana menghadirkan asosiasi pengguna jasa. Menanggapi hal itu, Redaksi siginjaione.com menyambut baik iktikad tersebut, namun memberikan penegasan agar forum mendatang difokuskan pada uji fakta dan pembuktian mutasi perbankan, bukan sekadar penggalangan suara formalitas.
Tak hanya itu, Redaksi siginjaione.com kini resmi berkoordinasi dengan jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat antikorupsi dan pemerhati publik. Apabila klarifikasi instansi hanya berhenti pada alibi normatif tanpa penindakan substantif terhadap oknum penerima dana, seluruh berkas bukti percakapan dan jejak transfer rekening penampung dipastikan akan diserahkan secara resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH)—termasuk Kejaksaan, Kepolisian, Ombudsman RI perwakilan Jambi, serta Inspektorat Jenderal Kemenhub.
Redaksi siginjaione.com memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi terwujudnya iklim pelayanan publik di Pelabuhan Kuala Tungkal yang bersih dan bebas dari praktik koruptif. (Tim/Red)
Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
