Ekshumasi jenazah Sutrimo digelar di Banyumas, dipimpin Ketua PDFMI untuk ungkap penyebab kematian
0 menit baca
![]() |
| Sumber Foto: (detiknews.com) |
BANYUMAS — SIGINJAI ONE — Langkah penegakan hukum terkait kasus kematian mendadak Sutrimo terus berlanjut. Pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026, proses penggalian jenazah atau ekshumasi resmi dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum Bantaragung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan guna menelusuri secara mendalam penyebab pasti kematian yang dinilai penuh kejanggalan tersebut.
Proses berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Ketua Persatuan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia, Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti. Turut mendampingi tim ahli lainnya, serta didukung personel kepolisian dari Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas guna menjaga ketertiban dan kelancaran proses.
Latar belakang dilaksanakannya ekshumasi
Keputusan membongkar makam Sutrimo diambil setelah pihak kepolisian menaikkan status penanganan perkara dari sekadar penyelidikan menjadi penyidikan dugaan pembunuhan berencana. Sutrimo yang berusia 42 tahun ditemukan dalam kondisi tidak sadar dengan mulut berbusa di kawasan Jakarta Selatan pada akhir Juli lalu, dan meninggal dunia tak lama setelah itu. Keluarga menduga kuat adanya unsur kelalaian hingga tindak pidana yang menyebabkan wafatnya almarhum.
Serangkaian pemeriksaan menyeluruh
Proses pemeriksaan berjalan melalui beberapa tahapan yang dilakukan secara cermat dan teliti. Dimulai dari penggalian jenazah, pengambilan sampel tanah di sekitar pemakaman, pemeriksaan fisik luar guna memastikan identitas, hingga pemeriksaan bagian dalam tubuh untuk mengambil sampel organ dan jaringan. Semua sampel tersebut selanjutnya dibawa ke laboratorium guna menjalani serangkaian uji, meliputi analisis toksikologi, pemeriksaan DNA, serta pemeriksaan jaringan tubuh secara mendalam.
Hasil akhir masih menunggu proses laboratorium
Brigjen Sumy Hastry Purwanti menyampaikan bahwa jenazah telah mengalami pembusukan karena telah berlalu lebih dari sepuluh hari sejak pemakaman. Meskipun demikian, pengambilan sampel tetap berjalan sesuai prosedur ilmiah. Ia menegaskan belum dapat menarik kesimpulan apa pun saat ini, mengingat seluruh hasil pemeriksaan baru akan diketahui setelah proses penelitian di laboratorium selesai sepenuhnya.
Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
