Sumpah Setia di Ujung Katingan: Mengenang Gugurnya Tiga Bhayangkara dalam Perang Melawan Narkoba
![]() |
| selamat jalan para pahlawan Tiga anggota Polri gugur dalam tugas pemberantasan narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, Terimaksih atas pengabdian kalian.foto:(Humas Polri) |
Siginjai One, KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH – Hutan dan aliran sungai di Katingan yang biasanya tenang, kini menyimpan memori kelam bagi Korps Bhayangkara. Operasi senyap yang dilakukan oleh 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kamis lalu, berubah menjadi peristiwa yang mengguncang nurani, saat tiga anggota terbaiknya gugur dalam upaya memutus rantai peredaran narkotika.
Bukan Sekadar Operasi Biasa Operasi ini bukanlah misi rutinitas. Tim bergerak menuju target operasi (TO) berinisial BIO, sosok yang telah lama diburu karena perannya dalam jaringan narkotika. Namun, sesampainya di lokasi, aparat tidak hanya berhadapan dengan target, melainkan dengan perlawanan terorganisir. Dalam kepungan massa yang dipersenjatai dengan senjata tajam hingga senjata api rakitan, keberanian para petugas diuji di tengah medan yang sangat sulit.
Harga Mahal Sebuah Tugas Aipda Yudhie Perdana Putra menjadi sosok pertama yang gugur di medan laga. Di tengah kekacauan dan upaya untuk melakukan evakuasi diri dari amukan massa, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto dilaporkan sempat menghilang, menyisakan kecemasan bagi keluarga dan rekan sejawat. Pencarian intensif di sepanjang Sungai Katingan akhirnya menguak fakta pahit; keduanya ditemukan telah tiada. Gugurnya ketiga pahlawan ini meninggalkan duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi bagi seluruh masyarakat yang merindukan Katingan bersih dari narkoba.
Komitmen Tanpa Kompromi Negara segera merespons tragedi ini dengan tindakan tegas. Kapolri memberikan penghormatan terakhir berupa kenaikan pangkat luar biasa anumerta bagi ketiganya. Sementara itu, di lapangan, operasi penegakan hukum tidak lantas surut. Satu pelaku utama berinisial R berhasil diamankan saat mencoba bersembunyi di atas kapal pencari emas di aliran Sungai Katingan.
Evaluasi dan Harapan Tragedi ini kini memicu percakapan nasional mengenai perlunya penguatan sistem keamanan bagi petugas lapangan. Kompolnas dan Ombudsman turun tangan, menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh mengabaikan keselamatan nyawa para aparat. Publik kini menaruh harapan besar agar kasus ini menjadi titik balik bagi penegakan hukum yang lebih terstruktur dan berintegritas di wilayah Kalimantan Tengah.
Kepergian tiga Bhayangkara ini adalah pengingat keras bahwa di balik setiap gram sabu yang berhasil disita, ada taruhan nyawa yang tak ternilai harganya. Mereka tidak sekadar menjalankan perintah; mereka sedang menjaga masa depan generasi muda dari kehancuran.(SN)
Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
