Sengkarut Gudang BBM Ilegal Muaro Bungo: Pasca Diberitakan, Terduga Pemilik Setop Aktivitas dan Pilih Liburan ke Padang!
![]() |
| Foto:(Ilustrasi Ai) |
Siginjai One, MUARO BUNGO — Sorotan tajam media terhadap dugaan praktik pengoplosan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di belakang kawasan gudang Yakult, Muaro Bungo, tampaknya mulai berdampak di lapangan. Setelah aktivitas haram tersebut ramai dikupas jurnalis dalam beberapa hari terakhir, situasi di lokasi dilaporkan mendadak sunyi. Terduga pelaku memilih tiarap dan menghentikan sementara operasional gudang demi menghindari perhatian publik.
Kegiatan Ilegal Setop, Terduga Pemilik Pilih Liburan ke Padang
Berdasarkan temuan wartawan dan informasi dari sumber di lapangan, gudang tertutup yang diduga dikelola oleh pria berinisial ANT tersebut kini menghentikan aktivitas bongkar muat minyak olahan yang biasanya rutin terjadi.
Namun, yang memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat adalah respons dari ANT selaku terduga pemilik. Bukannya dipanggil atau diperiksa oleh penegak hukum pasca-mencuatnya kasus ini, ANT justru diketahui langsung bertolak menuju Kota Padang, Sumatera Barat, untuk berlibur.
Langkah ANT yang memilih menghentikan sementara kegiatan dan langsung "menyegarkan pikiran" ke luar provinsi ini dinilai publik sebagai bukti nyata bahwa dirinya merasa berada di atas angin dan belum tersentuh oleh proses hukum sama sekali.
Aroma Kebocoran Informasi: Dugaan Keterlibatan Oknum Polres Bungo
Keputusan kilat untuk menyetop operasional gudang tepat setelah diberitakan, disusul dengan kepergian ANT ke luar daerah, memperkuat dugaan adanya kebocoran informasi yang masif. Muncul indikasi kuat bahwa terduga pelaku sengaja mendapat "sinyal" untuk tiarap terlebih dahulu agar lokasi gudang bersih saat dipantau.
Santer berhembus di kalangan masyarakat, pergerakan ANT ini diduga dibentengi oleh oknum berinisial BD yang ditengarai berdinas di Polres Bungo. BD disinyalir kuat bertindak sebagai informan sekaligus penjamin keamanan di balik layar, yang memberikan petunjuk kapan bisnis gelap tersebut harus berjalan dan kapan harus menghentikan aktivitas demi mengelabui pengawasan penegak hukum dan media.
Sekjen Lsm RAPI (Rakyat Peduli Lingkungan) Ijal Berang: Desak Polisi Segera Panggil ANT, Jangan Mau Dikelabui!
Siasat tiarapnya aktivitas gudang dan kepergian terduga pemilik ke luar daerah ini mendapat respons keras dari lembaga swadaya masyarakat. Sekjen LSM RAPI, Ijal, menegaskan bahwa berhentinya kegiatan di lapangan tidak boleh menghapus dugaan tindak pidana yang sudah berjalan.
"Jangan terkecoh! Berhentinya aktivitas di gudang itu justru mempertegas bahwa mereka ketakutan setelah diberitakan oleh jurnalis. Tapi yang bikin kita geleng-geleng kepala, saudara ANT yang diduga sebagai aktor utama malah bisa melenggang santai liburan ke Padang karena belum ada tindakan pemanggilan. Ini menunjukkan ada yang tidak beres!" tukas RIjal dengan nada tinggi.
Ijal secara langsung melayangkan desakan kepada Kapolres Bungo untuk mengambil tindakan tegas:
Segera Layangkan Surat Panggilan Resmi: Mendesak Satreskrim Polres Bungo untuk tidak menunggu kasus ini dingin. Segera panggil dan periksa ANT terkait aktivitas gudang BBM ilegal tersebut setibanya ia dari Padang, atau jemput jika tidak kooperatif.
Propam Harus Periksa Oknum BD: Meminta dengan tegas agar Divisi Propam segera turun tangan mengusut dugaan keterlibatan oknum anggota Polres Bungo berinisial BD. Jika terbukti menjadi pembocor informasi dan membentengi mafia minyak, oknum tersebut harus ditindak tanpa pandang bulu.
Sita Barang Bukti di Lokasi: Walau aktivitas dihentikan sementara, kepolisian didorong untuk segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) agar barang bukti sisa pengoplosan tidak dihilangkan.
Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
