Mafia Pelangsir Solar Menjamur, SPBU 24.361.11 Persijam Diduga Jadi "Sarang" Permainan Barcode dan Setoran Oknum
Siginjai One, JAMBI — Praktik pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar semakin marak dan meresahkan masyarakat. Salah satu titik yang terpantau paling padat dan diduga kuat menjadi pusat aktivitas ilegal ini berada di SPBU 24.361.11, yang beralamat lengkap di Jl. Kol. Pol. M. Taher, Persijam, Kota Jambi.
Berdasarkan pantauan jurnalis dan laporan di lapangan, antrean kendaraan yang diduga milik para pelangsir kerap mengular, memicu kecurigaan mendalam terkait adanya kongkalikong yang rapi di balik layar.
Aroma Kerja Sama Jaringan Pelangsir dan Oknum Operator
Dugaan kuat mengarah pada adanya kerja sama sistematis antara para pelangsir dan oknum operator di SPBU Persijam tersebut. Praktik culas ini disinyalir berjalan mulus berkat adanya aliran "uang tips" atau kutipan liar dari para pelangsir yang mengalir langsung ke kantong oknum operator setiap kali melakukan pengisian di luar batas wajar.
Hingga saat ini, keterlibatan pihak internal SPBU masih terus didalami demi mengungkap seberapa jauh oknum-oknum tersebut bermain dalam mengamankan bisnis gelap ini.
Namun, yang paling memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat adalah sikap dari aparat penegak hukum (APH) serta pihak Pertamina. Mereka dinilai seolah sengaja memejamkan mata dan membiarkan aktivitas ilegal ini terus berlangsung tanpa penindakan berarti. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa kegiatan pelangsiran Solar di lokasi tersebut sudah sangat terstruktur dan terorganisasi dengan rapi.
Modus Barcode: "Satu Mobil Habis 200 Liter Tiap Hari, Mau Ke Mana?"
Bobroknya sistem pengawasan di SPBU 24.361.11 Persijam semakin dipertegas oleh kesaksian dari seorang warga setempat yang mengetahui persis jalannya permainan kotor ini. Sumber informasi yang enggan disebutkan namanya itu membeberkan bagaimana modus operandi pelangsiran memanfaatkan celah sistem digital Pertamina.
"Bisa dicek langsung ke lapangan, mana ada logikanya setiap hari satu mobil bisa ngabisin sampai 200 liter Solar? Memangnya itu kendaraan mau melakukan perjalanan sejauh apa sampai butuh kuota segitu setiap hari?" cetus sumber tersebut dengan nada kesal.
Ia menambahkan bahwa kunci utama dari kelancaran aksi ini adalah manipulasi sistem QR code. "Mereka itu bermain mata dengan oknum operator masalah barcode. Barcode-nya diakali, bisa ganti-ganti atau pakai punya kendaraan lain supaya pengisian kapasitas besar itu lolos di sistem. Operator tahu sama tahu karena ada uang pelicinnya," ungkapnya.
Masyarakat mendesak agar Pertamina regional Jambi segera turun tangan memblokir nozzle SPBU Persijam jika terbukti melakukan pelanggaran fatal, serta meminta Kapolda Jambi untuk segera menindak tegas mafia solar dan oknum aparat yang diduga ikut membentengi bisnis haram ini demi menyelamatkan hak masyarakat miskin yang membutuhkan BBM subsidi.(Team)
Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
