Lokasi Terpencil & Pola Kendaraan Berulang: SPBU 23.372.13 Bungo Diduga Jadi Sarang Pelangsiran BBM
0 menit baca
![]() |
| SPBU No. 23.372.13 di Kabupaten Bungo yang lokasinya agak jauh dari keramaian, terlihat padat oleh kendaraan yang diduga berulang kali mengambil BBM bersubsidi. | Siginjaione, 11 Juli 2026 |
BUNGO – SIGINJAI ONE – Hasil pantauan Team Baik dari Lembaga maupun Media yang tergabung selama beberapa hari terakhir di lapangan mencatat beberapa tempat temuan yang di duga adanya praktek penyimpangan peredaran BBM di Bungo Khusus di SPBU Nomor 23.372.13. Lokasi ini berada di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, posisinya agak jauh dari pusat keramaian dan pemukiman padat, sehingga dugaan kuat dimanfaatkan untuk praktik yang tidak terpantau luas. Temuan ini semakin diperkuat setelah Ketua LP2MIGAS Perwakilan Jambi turun langsung meninjau lokasi.
Selama periode 8 hingga 11 Juli 2026, tim secara konsisten mendokumentasikan pola kedatangan kendaraan di lokasi Spbu tersebut. Terbukti Hasilnya terlihat jelas berulangnya unit kendaraan yang sama untuk melakukan pengisian BBM, bahkan dalam selang waktu yang sangat singkat pada hari yang sama. Sebagian besar kendaraan yang teridentifikasi adalah jenis Isuzu Panther dan Toyota Kijang.
Saat redaksi mencoba mengonfirmasi hal ini kepada pihak pengelola SPBU melalui telpon WhatsApp, seorang yang mengaku bernama Andre menjawab dengan nada santai. "Itu kan masyarakat yang sedang mengantri, kenapa kalian yang sibuk," ucapnya singkat tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pola pengulangan kendaraan yang teramati tim.
Berbeda dengan jawaban tersebut, sejumlah warga sekitar yang enggan disebutkan namanya membenarkan kejanggalan ini. "Memang setiap pagi di sini sudah ramai antrean, padahal letaknya jauh dari keramaian. Tapi unit kendaraannya ya itu-itu saja, supirnya pun orang yang sama berulang kali datang. Terkadang kami warga biasa yang hendak membeli BBM justru diberitahu stok sudah habis," ungkap salah satu warga kepada tim.
Merespons temuan ini, Ketua Lembaga Pengawas Peredaran Minyak dan Gas (LP2MIGAS) Perwakilan Provinsi Jambi, Andi Bugis, turun langsung meninjau lokasi keberadaan SPBU tersebut. Di lokasi, Andi Bugis menyampaikan pernyataan tegas:
"Saya sudah turun langsung ke sini, melihat sendiri kondisi di lapangan. Lokasi yang agak tersembunyi ditambah pola kendaraan yang sama berulang kali mengambil BBM, serta keluhan warga yang sering ditolak itu sangat menyalahi SOP SPBU yang seharusnya melayani lintasan kendaraan bukan membiarkan unit kendaraan pelangsir mengantri dengan aman setiap hari, ini adalah bukti nyata adanya penyimpangan yang terstruktur. Ini sangat merugikan rakyat kecil, kami berharap pihak-pihak Aph dan Intansi terkait dapat segera turun untuk menindak tegas Oknum-oknum yang terlibat dalam praktek ini, serta pihak yang lalai mengawasi sesuai aturan yang berlaku," tegas Andi Bugis di lokasi kejadian.
Kondisi lokasi yang minim pantauan umum dinilai sangat mendukung berlangsungnya praktik pelangsiran, yaitu pengumpulan stok secara massal untuk diperjual belikan kembali secara ilegal di luar jalur resmi. Hal ini dinilai tidak wajar dan melenceng dari prosedur penyaluran BBM bersubsidi yang berlaku.
Praktik ini jika terbukti benar, selain melanggar peraturan perundang-undangan, juga mempersempit akses warga yang benar-benar membutuhkan. Lokasi yang berada di jalur utama lintas wilayah namun agak terpencil turut memudahkan perpindahan stok yang diduga disalurkan ke pasar gelap.
Kami meminta Pertamina Patra Niaga Regional Jambi, Satgas Pengawasan BBM, Dinas Perdagangan, serta Pihak Aph dan intansi terkait untu turun langsung menindak lanjutin temuan yang sedang terjadi di lapangan.(Team)
Dapatkan update berita tercepat, akurat, dan terpercaya hanya di Siginjaione.com. Lebih suka liputan visual? Follow akun TikTok kami di @siginjaione untuk rangkuman berita menarik setiap hari. Jadikan Siginjai One sebagai referensi utama informasi Anda!
